Selasa, 28 Juli 2009

Kenapa musti AB?

Tahun 1901, Alfred Von Decastello dan Adriano Sturli secara mengejutkan menemukan golongan darah AB, golongan darah yang didalamnya ditemukan zat Antigen A dan B secara sekaligus. Masing-masing antigen tersebut sebelumnya hanya ditemukan pada manusia yang memiliki golongan darah A atau B, sehingga dimasyarakat awam, golongan darah AB dianggap sebagai darah perpaduan antara golongan darah A dengan B.

Sayangnya pemilik golongan darah ini sangat langka, statistik menunjukkan populasi golongan darah AB ditemukan paling tinggi 2 orang tiap 100 orang.

Frekuensi

Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda.

Populasi O A B AB
Suku pribumi Amerika Selatan 100%
Orang Vietnam 45.0% 21.4% 29.1% 4.5%
Suku Aborigin di Australia 44.4% 55.6%
Orang Jerman 42.8% 41.9% 11.0% 4.2%
Suku Bengalis 22.0% 24.0% 38.2% 15.7%
Suku Saami 18.2% 54.6% 4.8% 12.4%

Tidak ada komentar:

Posting Komentar